2026-04-27

Mengulas Kembali Misteri Cairan Pembersih yang Jadi Disinfektan 'Sakti' Pembasmi Virus Corona (2020-2021)



Oleh; Ir. Andi Ms Hersandy

Masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 hingga 2021 meninggalkan banyak cerita unik, salah satunya adalah fenomena "disinfektan rahasia" yang mendadak viral. Saat stok disinfektan pabrikan menghilang dari pasaran, masyarakat beralih ke cairan pembersih rumah tangga sebagai solusi alternatif.
Namun, benarkah cairan-cairan tersebut efektif? Mari kita ulas kembali misteri di balik bahan-bahan kimia yang sempat menjadi primadona di masa sulit tersebut.
Fenomena Panic Buying dan Kelangkaan Disinfektan
Pada awal tahun 2020, pengumuman kasus pertama COVID-19 memicu gelombang panic buying. Rak-rak supermarket yang biasanya penuh dengan botol pembersih kuman mendadak kosong. Kondisi ini memaksa masyarakat mencari tahu: apa yang bisa digunakan untuk membasmi virus di permukaan benda?
Seketika, berbagai video tutorial dan pesan berantai di WhatsApp menyebar, menyarankan penggunaan produk pembersih lantai hingga pemutih pakaian sebagai bahan dasar disinfektan buatan sendiri.
Baca Juga: 

Benarkah Memakai Celana Dalam Terbalik Dapat Terhindar Dari Guna-guna dan Hipnotis ?

Bahan Utama di Balik "Misteri" Disinfektan Buatan
Secara ilmiah, misteri kekuatan cairan-cairan ini terletak pada dua bahan utama yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dan lembaga kesehatan internasional (CDC):
  1. Sodium Hipoklorit (Pemutih Pakaian)
    Bahan ini menjadi yang paling dicari. Dengan pengenceran yang tepat (biasanya 1 banding 49 atau 1 banding 99), pemutih pakaian mampu menghancurkan protein dan asam nukleat dari virus Corona yang memiliki struktur selubung lemak (envelope virus).
  2. Etil Alkohol/Isopropil Alkohol
    Cairan ini biasanya ditemukan pada produk pembersih kaca atau cairan pembersih tangan. Persentase minimal 60-70% terbukti efektif melarutkan lapisan luar virus dalam hitungan detik.
  3. Benzalkonium Klorida
    Banyak terdapat pada cairan pembersih lantai dan karbol. Meskipun efeknya tidak secepat alkohol terhadap SARS-CoV-2, zat ini menjadi pilihan populer untuk mensterilkan area lantai di rumah-rumah warga selama 2021.
Bahaya Tersembunyi: Bukan Tanpa Risiko
Meskipun efektif membunuh virus, "misteri" pembuatan disinfektan ini juga membawa petaka bagi yang tidak hati-hati. Tahun 2020 mencatat peningkatan kasus keracunan gas klorin akibat pencampuran bahan yang salah.
Banyak warga yang mencampur Pemutih (Bleach) dengan Pembersih Lantai mengandung Amonia atau Alkohol. Reaksi kimia ini menghasilkan gas beracun yang dapat merusak paru-paru seketika—sebuah risiko fatal yang sering kali tidak disertakan dalam pesan viral di media sosial.
Pelajaran dari Masa Lalu
Memasuki tahun 2025, kita melihat kembali masa-masa tersebut sebagai momen di mana sains dan kepanikan beradu. Cairan-cairan tersebut memang mampu membasmi virus, namun pengetahuan akan takaran dan keamanan menjadi kunci yang tak ternilai harganya.
Kini, meskipun pandemi telah mereda, kebiasaan menjaga kebersihan permukaan benda tetap bertahan. Misteri disinfektan "sakti" telah terpecahkan: ia bukan tentang merk produknya, melainkan tentang kandungan zat aktif dan cara penggunaan yang benar.
Apa Itu Disinfektan dan Mengapa Sangat Penting?
Disinfektan adalah cairan pembersih yang umumnya mengandung hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol. Tujuannya jelas: membunuh bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lainnya pada benda mati.
Berbeda dengan Antiseptik yang digunakan pada jaringan hidup (seperti hand sanitizer untuk tangan atau pembersih luka sebelum operasi), disinfektan memiliki konsentrasi biosida yang tinggi. Hal ini membuatnya sangat efektif membunuh mikroorganisme pada permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, kursi, hingga keran wastafel.
Menghancurkan Lapisan Lemak Virus Corona
Menurut penuturan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), disinfektan bekerja dengan cara merusak lapisan lemak pada virus Corona. Hal ini membuat virus tersebut cukup lemah dibandingkan dengan norovirus (virus tanpa selubung) yang memiliki cangkang protein lebih kuat.
Karena kemampuannya ini, selama 2020-2021, penyemprotan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga di luar ruangan seperti jalan raya dan lingkungan padat penduduk sebagai upaya preventif massal.
Daftar Bahan Aktif Disinfektan Menurut Ahli
Berdasarkan standar kesehatan, terdapat beberapa bahan aktif yang efektif untuk proses disinfeksi, di antaranya:

Ethanol/Ethyl alcohol
 (62-71%)
Sodium hypochlorite (0,05 - 0,5%)
Benzalkonium chloride (0,05%)
Accelerated hydrogen peroxide (0,5%)
Chloroxylenol (0,12%)
Isopropanol (50%)

Peneliti Kimia LIPI, Dr. Joddy Arya Laksmono, membenarkan bahwa masyarakat dapat membuat cairan disinfektan sendiri menggunakan campuran pemutih pakaian atau pembersih lantai sesuai anjuran WHO.

Cara Membuat Disinfektan Sendiri (Sesuai Takaran)
Salah satu kunci efektivitas disinfektan adalah pengenceran yang tepat. Penggunaan bahan kimia murni tanpa diencerkan justru berisiko merusak permukaan benda atau menyebabkan iritasi pernapasan.
Sebagai contoh, untuk produk pemutih yang mengandung Sodium Hypochlorite 5,25% (seperti Proclin Pemutih), berikut rumusnya untuk membuat 1.000 ml (1 Liter) cairan disinfektan:

20 ml
 Cairan Pemutih.
980 ml Air bersih.

Campuran ini menghasilkan larutan yang cukup kuat untuk membunuh virus namun tetap aman jika digunakan sesuai prosedur pada benda mati.
Pelajaran Penting: Keamanan adalah Utama
Meskipun disinfektan menjadi kunci pencegahan COVID-19, penggunaannya harus dilakukan dengan benar. Jangan mencampur dua jenis pembersih yang berbeda (seperti pemutih dan amonia) karena dapat menghasilkan gas beracun.
Pelajaran dari tahun 2020-2021 mengajarkan kita bahwa pemahaman sains sederhana tentang bahan kimia rumah tangga bisa menjadi penyelamat di tengah krisis kesehatan global.

Menghancurkan Lapisan Lemak Virus Corona

Menurut penuturan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), disinfektan bekerja dengan cara merusak lapisan lemak pada virus Corona. Hal ini membuat virus tersebut cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang memiliki cangkang protein lebih kuat.
Peneliti Kimia LIPI, Dr. Joddy Arya Laksmono, membenarkan bahwa masyarakat dapat membuat cairan disinfektan sendiri menggunakan campuran pemutih pakaian atau pembersih lantai sesuai anjuran WHO.

Daftar Produk Rumah Tangga untuk Disinfeksi (Rilis LIPI)

LIPI telah merilis daftar produk rumah tangga yang mudah didapatkan dan terjangkau untuk digunakan sebagai disinfektan. Berikut adalah daftar merek beserta takaran pengencerannya untuk 1 Liter air:
NoNama ProdukTakaran Pengenceran (per 1 L Air)
1Bayclin (Lemon / Regular)20 ml
2Proclin / Soklin Pemutih20 ml
3Dettol Antiseptic Liquid25 ml
4Dettol Pembersih Lantai45 ml
5Wipol Sereh & Jeruk40 ml
6Wipol Cemara Pine1 bagian per 9 bagian air
7SOS Pembersih Lantai50 ml
8Mr. Muscle Axi Triguna1 bagian per 2 bagian air
9Bratacare Disinfectant10 ml
10Clorox Disinfecting Bleach10 ml
11Clorox Toilet Bowl Cleaner40 ml
12Septalkan1 bagian per 1 bagian air
Catatan: Produk seperti Dettol All In One Spray dan Bebek Kamar Mandi dapat digunakan langsung sesuai petunjuk pada kemasan.
Cara Penggunaan yang Benar dan Aman
Meskipun disinfektan menjadi kunci pencegahan COVID-19, penggunaannya harus dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang harus diperhatikan:
  1. Gunakan pada Benda Mati: Jangan menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh manusia atau hewan.
  2. Jangan Campur Sembarangan: Hindari mencampur pemutih (bleach) dengan pembersih lantai yang mengandung amonia karena bisa menghasilkan gas beracun.
  3. Ventilasi: Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik saat melakukan penyemprotan.
Pelajaran dari tahun 2020-2021 mengajarkan kita bahwa pemahaman sains sederhana dan pemanfaatan produk rumah tangga bisa menjadi penyelamat di tengah krisis kesehatan global.



SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi