Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Thursday, December 05, 2024

Puskopad Kartika Siliwangi Memulai Bisnis Rumah Kos-Kosan

Puskopad Kartika Siliwangi Memulai Bisnis Rumah Kos-Kosan

 


Bandung, H-R.ID - Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) Kartika Siliwangi  kini mulai membidik dan  merambah bisnis rumah kos-kosan sebagai lahan bisnis yang amat menjanjikan .

Ketua Puskopad Kartika Siliwangi Kol. Inf. FX. Sri Wellyanto Kasih kepada Wartawan (5/12/2024) mengatakan, Dengan menjadikan rumah kos-kosan sebagai lahan  bisnis diharapkan selain bisa meningkatkan kesejahteraan anggota juga merupakan aset yang  potensial untuk menghasilkan pundi-pundi cuan.

Kol. Inf. FX. Sri Wellyanto Kasih Kapuskopad Kartika Siliwangi

FX Sri Wellyanto yang pernah menjabat sebagai Kapendam III /Siliwangi itu  cukup jeli untuk membidik rumah kos-kosan dan langkah itu sebagai terobosan strategis yang dilakukan jajaran organisasi bisnis TNI.

" Kami saat   ini dihadapkan pada  kendala  adanya  aset tidak bergerak yang mati seperti lahan-lahan di Subang dan Sumedang yang tidak menghasilkan", jelas Mantan Dandim Sumedang ini pada saat penandatangan akta jual beli dan pelepasan hak  Rumah kos-kosan antara Pudkopad dan H. Suratman sebagai pihak penjual di Puskopad Jl.Gudang Selatan No.2 Bandung hari ini, Kamis, 5/12/2024.

Lebih lanjut diterangkan bahwa sesuai arahan Pangdam ia mencoba membidik rumah kos-kosan yang sudah berjalan. Dirinya mengaku mencari lahan bisnis dan aset yang potensial memberi keuntungan kepada koperasi. Rumah kos-,kosan yang sudah berjalan dan tempatnya strategi.

“Kami pengurus menilai rumah kos-kosan merupakan  aset  yang potensial dan langsung  menguntungkan, jadi kami tidak  perlu mengeluarkan biaya membangunan lahan  karena bangunannya sudah ada", sambung perwira  yang sudah banyak menduduki jabatan strategis di  wilayah Kodam III /Sil8wangi ini.

Sekedar Informasi, rumah kos-kosan itu mempunyai 15 pintu terletak di Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung.

 

Red: (St Sundar / Kissfrom 1103)

Friday, November 15, 2024

Ocha Terpilih , APJI Jabar Siap Bangkit dan Berkaloborasi Menuju Jabar Bergisi Serta Berdaya Saing

Ocha Terpilih , APJI Jabar Siap Bangkit dan Berkaloborasi Menuju Jabar Bergisi Serta Berdaya Saing

 Ocha Kiri mengapit Ketua Kadin Jabar bersama pengurus Yemi Sudibyo

Bandung, HR.id - Cahyaningsih Tedjawisastra alias Ocha yang berprofesi sebagai pengusaha jasa boga pada 12 November - 2024 baru-baru ini terpilih menjadi Ketua APJI (Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia) DPD Jawa Barat periode 2024 -2025.

Ocha berparas cantik yang juga berprofesi sebagai notaris terpilih  dalam Musda ke-3  APJI Jabar yang berlangsung di Hotel Topaz Bandung, dihadiri oleh Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki beserta pengurus pusat dan para pengurus DPC APJI kabupaten kota se- Jawa Barat.

Selain  pengurus DPP APJI, hadir pula Ketua Kadin Jabar Almer Faiq Rusydi, Pj Gubernur Jabar yang diwakili Melinda Rizqi, Kapolda Jabar yang diwakili Kabid Keuangan Polda Jabar Kombes Pol. Heni Kresnowati SP., SE., M.Si,  Pangdam III /Siliwangi yang diwakili Kolonel CBA Faryan NPPY  serta tamu undangan lainnya seperti dari Kantor Kemenag, dan Dinas Tenaga Kerja.

Pada Musda yang mengusung tema: "Bangkit dan Berkolaborasi Menuju Jabar  Bergizi Serta  Berdaya Saing" ini dinilai beberapa kalangan merupakan  moment yang penting dan strategis.

Tentu saja apresiasi yang pertama datang adalah dari Ketua DPP APJI sendiri yaitu Tashya Megananda Yukki.

"Musda ke-3 APJI Jabar ini merupakan program strategis.Tidak hanya ingin memperkuat posisi APJI secara profesional, juga sebagai pelopor inovasi dalam pengolahan pangan di tingkat nasional maupun internasional", papar Tashya memberikan sambutannya menjelang Musda.

 DPP APJI sudah menyusun  9 program strategis sebagai acuan program  APJI  di tingkat daerah di seluruh Indonesia, yaitu:

1. Sentralisasi database

2. Transformasi digital

3. Pelatihan dan sertifikasi

4. Akses permodalan dan perbankan

5. APJI Mart Exhibition

6. Festival Makanan Nusantara

7. Cooking Class

8. APJI GO to Campus

9. Go Global

Tashya yang dipercaya memegang tongkat komando APJI pusat  yakin kalau anggota APJI adalah pengusaha jasaboga yang profesional, karena APJI sangat konsisten memberikan pelatihan-pelatihan bersertifikasi yang mendukung kompetensi dan kualitas  anggotanya.

Tashaya 

APJI juga dipercaya  sebagai pendidik  bagi Sarjana Penggerak Pembanguna.n Indonesia (SPPI) dari Universitas Pertahana Republik Indonesia.

"Ini bukti nyata bahwa APJI  tidak hanya berperan dalam meningkatkan peran para anggota, tetapi juga  berperan dalam  mencetak generasi penerus  yang profesional dan kompeten  di bidang jasaboga", lanjut Tashya  semangat.

APJI  pun tak mengenal lelah menggaungkan Hari Masakan Nusantara  sebagain Hari Nasional demi menghormati dan mempromosikan  kekayaan kuliner Indonesia.

Kombes Pol.Heni Kresnowati pun mengacungkan jempolnya untuk    Ocha yang terpilih sebagai Ketua DPD APJI Jabar dan menyebutnya sebagai wanita hebat .

 Heni yakin di bawah pimpinan Ocha sebagai lokomotif organisasi APJI Jabar akan semakin maju dan sukses membantu perekonomian Jawa Barat.

Dan Ocha sendiri walau dirinya berprofesi sebagai notaris yang tentu amat sibuk, akan menjalankan amanah di pundaknya,  dan  bersama seluruh pengurus dan anggota APJI Jabar akan berusaha membawa APJI  semakin baik, semakin maju dengan membuka diri , melakukan  kerjasama, dan  berkolaborasi dengan  berbagai organisasi  bersama pemerintah untuk membantu program - program  pemerintah khusunya bidang  jasaboga. Selamat ya Bu Notaris cantik. Sukses untuk APJI Jabar.

 

(Kissfrom 1103)

Saturday, November 02, 2024

Ada yang Keracunan, Snack Latiao Dilarang di Indonesia,

Ada yang Keracunan, Snack Latiao Dilarang di Indonesia,


Jakarta, H-R.ID, Sebagai respons terhadap Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLBKP) sehabis mengkonsumsi Snack Latio yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara peredaran produk Latiao asal China di seluruh Indonesia. Ada 7 daerah yang telah melaporkan yakni Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, dan Pamekasan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam konferensi pers yang diadakan Jumat (1/11/2024), menyampaikan bahwa hasil laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada produk Latiao yang diuji. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut, sebagaimana dialami para korban. Sebelumnya, dikutip dari Antara, Minggu (7/7/2024), BPOM menemukan kasus keracunan 16 siswa SDN Cidadap I, Kecamatan Sukaraja yang mengalami keracunan akibat mengonsumsi Latiao Strips dan Hot Spicy Latiru.

Dikatakan BPOM bahwa ada 4 produk Latiao positif terkontaminasi bakteri dari total 73 jenis Latiao yang beredar mengandung bakteri tersebut, olehnya itu BPOM segera memberikan instruksi kepada importir untuk menarik dan memusnahkan produk yang terkontaminasi. Selain itu, penjualan Latiao secara online di marketplace turut dihentikan. Agar bisa terelisasi dengan cepat, BPOM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kami meminta importir untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan ini kepada Badan POM dan kami akan terus memantau kepatuhan mereka," kata Taruna Ikrar dikutip dari Antara, Jumat (1/11/2024).

Langkah pencegahan lain yang diambil BPOM meliputi penangguhan registrasi dan izin impor Latiao sambil menelusuri kasus ini lebih dalam. BPOM juga mengingatkan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, untuk menghindari pangan olahan berbahaya dan memilih produk yang telah terjamin keamanannya.

"BPOM akan terus meningkatkan pengawasan pre dan post-market terhadap pangan olahan yang beredar di masyarakat demi melindungi kesehatan publik," tegas Taruna.

 

 Red (MHR)

Sunday, September 15, 2024

Priangan Travel Mart 2024  Diikuti 100 buyer dan 32 Seller dari 25 Kota se-Indonesia

Priangan Travel Mart 2024 Diikuti 100 buyer dan 32 Seller dari 25 Kota se-Indonesia

Subang, HR-ID, Kemeriahan terlihat pada peringatan “Priangan Travel Mart” (PTM)  2024 terlihat di Subang, Jawa Barat dimana sebanyak 105 buyer yang berasal dari 25 kota se-Indonesia yang bergerak di dunia pariwisata dan 32 seller ikuti serta mesukseskan acara tersebut.

Acara Priangan Travel Mart yang digelar dengan mengambil tempat di Sindang Reret Cikole dengan pelaksana oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jabar dan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10-12 Septembe Acara diawali pembukaan oleh Kabid Industri Pariwisata Disparbud Provinsi Jabar Rispiaga, S.T, MT.

Ketua Pelaksana Priangan Travel Mart, Novi  Khotimah disela sela cara menyampaikan jika para peserta yang yang berpatisipasi adalah para pelaku industri pariwisata seperti  pemilik hotel, resto agen travel, dan para pengelola destinasi wisata ini selama 3 hari  diajak menikmati berbagai destinasi wisata di sekitar Bandung dan Subang serta memanjakan lidah peserta dengan berbagai cita rasa makanan dan minuman  dari rumah makan dan hotel khas Priangan khususnya  Subang.

Sementara itu ditempat yang sama, Chevy Ferdian, Ketua ASPPI DPD Jabar menegaskan, pemilihan Subang sebagai tempat acara Priangan Mart memang  sedang mencari sesuatu yang baru  yang biasanya sebelumnya diselenggarakan di Bandung atau Cirebon.

Oleh karena itu, kata dia Subang Aman, Subang Ngahiji dijadikan tema pada ‘Table Top’ salah satu kegiatan yang digelar di hari ke-2  yang bertempat di Pendopo Pemkab Subang.

Untuk acara pada hari kedua ‘Table Top Priangan Travel Mart’ dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Subang,  H.Hidayat, S.Ag .

Pada kesempatan itu juga hadir Kabid Destinasi dan Produk Wisata Disparpora Kabupaten Subang, Ida Erlinda, S.E., Perwakilan Bidang Pemasaran Disparpora Subang, Siti Waryati, Ketua PHRI Kab. Subang Hj. Ratna Setiawan, Kang Nova Ketua Pokdarwis.

Sebagaimana diketahui dihari pertama para buyer dimanjakan dengan menginap di Tea Garden Resort, suatu penginapan berkonsep villa di tengah perkebunan teh yang sejuk. Sementara para seller menginap di Hotel Lotus dan Hotel Nalendra di pusat   Kota Subang.

Terkait pasilitas yang disiapkan, menurut Ratna Setiawan, Ketua PHRI Subang, rumah makan, hotel, villa yang dijadikan tempat menginap para bayer itu agar bisa dikenal, dirasakan dan menilai bagaimana sensasi, citarasa, dan pelayanan yang diberikan agar kian meningkatkan wisatawan serta mengangkat bidang pariwisata Subang.

"Di Subang ini  terdapat banyak destinasi wisata yang tak kalah bagus dan menarik dengan destinasi di luar baik itu hotel, villa, rumah makan, resto serta wisata alam", jelas Ratna antusias.

Oleh karena itu, lanjut Ratna, di hari ke-3  para peserta diajak city tour  mengunjungi destinasi wisata yang tersebar di Subang  yaitu ke Curug Dayang Sumbi, Desa Wisata Cibeusi, Curug Ciangin dengan pemandangan alam air terjun setinggi 7 meter,  dan The Ranch Selain itu  peserta juga dibawa  untuk menyaksikan proses pembuatan gula aren oleh warga Ciater.

Dalam kesempatan yang berbahagias itu, nampak pula hadir raja industri wisata Jabar Perry Tristianto, tokoh pengusaha sekaligus pelaku usaha, beberapa owner bidang pariwisata di Jawa Barat sepeti The Ranch, Floating Market Lembang, Farm House, The Great Asia Afrika, Tahu Susu Lembang, Tepi Danau dan Tepi Kota.


Tak ketinggalan nuga jalan-jalan ke D'Castello serta menginap di Sari Alam Hot Spring Hotel & Resto.


Red: (Siti Sundari)

Monday, August 12, 2024

Rakerwil PPLIPI Jabar  Ingin  Alihkan Agenda Tahunan Pameran Produk UMKM  ke Turki dan Fokus Sektor Pariwisata sebagai Program Terintegrasi

Rakerwil PPLIPI Jabar Ingin Alihkan Agenda Tahunan Pameran Produk UMKM ke Turki dan Fokus Sektor Pariwisata sebagai Program Terintegrasi


Bandung, H-R, Sektor pariwisata dan  budaya akhir-akhir ini begitu gegap gempita baik wisata ziarah, wisata alam,  resto, cafe, hotel berbintang sampai vila-vila dan penginapan  di tenda-tenda,   gubuk , atau  bale  intens diperkenalkan dan ditawarkan kepada wisatawan mancanegara atau domestik atau lokal.Setelah sektor pariwisata lumpuh dan terpuruk akibat  pandemi Covid, kini mulai menggeliat dan ramai kembali,  namun  sarana prasarananya amat disayangkan masih dirasa amat kurang seperti akses jalan yang rusak, kebersihan, dan fasilitas lainnya.

Sementara itu di sisi lain produk-produk unggulan UMKM Jabar sebenarnya amat potensial untuk dipasarkan di luar negeri  karena kwalitasnya tak kalah dengan produk-produk  negara lain, namun entah akibat  kurang promo atau apa di luar negeri minim sekali kita melihat produk dalam negeri di luar sana.

Berawal dari permasalahan tersebut itulah Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia  (P2LIPI)  DPW Jawa Barat mengangkat sektor pariwisata dan pameran produk unggulan UMKM Jawa Barat  ke luar negeri di dalam Rapat Kerja P2LIPI Wilayah Jabar yang berlangsung  pada  10 Agustus 2024, bertempat di Sari Alam Hot Springs and  Resort Hotel, Subang Jawa Barat.

Rakerwil yang diadakan di kawasan wisata  Subang Jabar itu diikuti pengurus inti   8 DPC P2LIPI Kabupaten Kota se - Jabar dan pengurus DPW P2LIPI yang terdiri atas para Ketua Komisi dan wakil ketua.

Rakerwil  yang bertajuk "Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera" itu menampilkan  nara sumber Heni Hendrayani Ahli Muda Parekraf koopejabat fungsional Adyatama dari Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jabar dan  Agung Megantara pSupriatna Putra,  Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Industri dan Perdagangan Jabar. 

Paparan ahli dari masing-masing dinas itu diikuti antisias oleh  peserta yang dibanjiri dengan berbagai pertanyaan dari peserta  Raker yang mengkritisi, usulan dan permintaan solusi dari setiap kendala yang dihadapi atau terjadi di lapangan.

Cara Jitu Menonaktifkan Real-time Protection Defender Windows 10

Acara Rakerwil P2LIPI dibuka dan  ditutup ,secara langsung oleh Ketua P2LIPI Jabar, Hj. Lina Marlina Ruzhan, SE.

Dalam sambutannya Ketua P2LIPI Jabar mengatakan P2LIPI Jabar punya agenda rutin tahunan yaitu pameran produk unggulan UMKM Jabar dan selalu mengambil tempat di Bale Asri Pusdai Jabar. Untuk tahun 2024 ini agenda tahunan tersebut dialihkan tempatnya karena ingin produk-produk Jabar go internasional alias  akan dipamerkan di luar negeri.


"Maka dalam Rakerwil P2LIPI kali ini mari kita  fokus membahas program yang terintegritas dengan mengangkat  sektor pariwisata dan produk unggulan UMKM Jabar untuk pameran ke luar negeri tepatnya di negara Turki",  jelas Lina dihadapan peserta Raker dan narsum dari Disparbud dan Disindag Jabar.

Di bagian lain sambutannya,  Ketua P2LIPI Jabar mengatakan, ada banyak sasaran dan tujuan yang dicapai secara strategis dengan mengadakan  pameran produk ke luar negeri, yaitu selain memperkenalkan dan membantu pelaku UMKM Jabar dalam memasarkan produknya,   juga  mengajak pengurus dan anggota P2LIPI  untuk healing  dan berlibur agar fresh dan senang.

Seperti gayung bersambut, Disparbud dan Disindag Jabar pun menyambut baik  dan mendukung gagasan dan program pameran produk UMKM Jabar ke luar negeri itu.

Ratna Setiawan, Ketua Komisi Pariwisata P2LIPI Jabar sekaligus  sebagai Ketua Panitia Rakerwil, dalam sambutannya mengatakan, P2LIPI amat konsen  dan  menaruh perhatian terhadap dunia wisata Jabar.

"Buruknya akses jalan menuju kawasan wisata, ketidakpedulian warga lokal terhadap lingkungan wisatanya bila ada even-even besar, juga dibarengi dengan kebersihan yang kurang terjaga", ujar Ratna prihatin.

Oleh karena itu, sebagai aktivis dan pemerhati dan pelaku pariwisata, Ratna menghimbau agar pada tiap even hendaknya pejabat yang datang dan berkunjung itu bukan hanya melihat-lihat saja tapi membeli produk yang dipamerkan dan dijual oleh pelaku UMKM, dan membantu pemasarannya.

"Minimal di ruang kerja dan ruang tamu pejabat  itu ada makanan tradisional produk pelaku UMKM sebagai camilan atau suguhan untuk tamu-tamunya",  tegas Ratna lagi.

Sementara itu Nani Muharromah, Wakil Ketua P2LIPI Jabar sekaligus koordinator Rakerwil P2LIPI Jabar merindukan wisata ziarah di Jabar seperti di luar negeri yang difasilitasi lengkap dan mudah  dari kemudahan - kemudahan akses, sarana dan prasarana sampai hotel bintang lima yang dekat dengan wisata ziarah.

Jawa Barat, kata Nani, juga punya banyak  wisata ziarah, seperti  di Pamijahan Cipatujah Tasikmalaya, namun  kurang dengan sarana prasana serta fasilitas penginapan. Padahal wisata ziarah  di Jawa Barat  begitu potensial.

Adapun peserta Rakerwil P2LIPI Jabar  yang berasal dari kabupaten kota se Jabar itu adalah DPC  Kota Bandung, DPC Kota Cimahi, DPC Kab Tasikmalaya, DPC Kota Tasikmalaya, DPC Kabupaten Bogor, DPC  Kabupaten Cianjur, DPC  Kabupaten Purwakarta dan DPC Kabupaten Subang.

Usai acara Rakerwil, panitia yaitu para pengurus DPW  Jabar meninjau salah satu obyek wisata alam Subang, yaitu Curug Dayang Sumbi. Di sini   kira disuguhi pemandangan 3 air terjun dengan air pegunungan yang dingin dan bening  yang  bisa diminum langsung tanpa dimasak,  bisa berendam dan menginap dengan fasilitas bale-bale dari bambu nuansa Parahyangan tempi dulu, serta tak ketinggalan makanan khas Parahyangan tatar Sunda seperti minuman bandrek dan aneka umbi-umbian rebus.

Red: (Siti Sundari).

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi