2026-05-03

Momen 2019 di Makassar: Ketua FPI Sambut Prabowo Subianto dengan Sholawat di Lapangan Karebosi, Sebelum FPI Dibubarkan

Foto: Suasan di Panggung Lapangan Karebosi Makassar

Makassa, HR.ID - Pada tahun 2019, sebelum adanya perubahan besar dalam dinamika organisasi Front Pembela Islam (FPI), sebuah momen menarik terjadi di Makassar. Kunjungan tokoh nasional Prabowo Subianto ke Lapangan Karebosi disambut dengan lantunan sholawat oleh Ketua FPI Makassar bersama sejumlah pendukungnya.

Acara tersebut berlangsung di salah satu ruang publik utama Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan dihadiri oleh masyarakat dalam jumlah cukup besar. Suasana saat itu terlihat khidmat dengan nuansa religius yang kuat.

Suasana Sebelum Perubahan Status FPI

Pada periode sebelum 2020, Front Pembela Islam (FPI) masih aktif sebagai organisasi massa yang memiliki struktur kepengurusan di berbagai daerah, termasuk Makassar. Organisasi ini sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta kerap hadir dalam momentum politik maupun kemasyarakatan.

Dalam konteks kunjungan Prabowo ke Makassar pada 2019, keterlibatan FPI Makassar dalam penyambutan menunjukkan salah satu bentuk aktivitas organisasi pada masa tersebut.
Penyambutan di Lapangan Karebosi

Di Lapangan Karebosi, kedatangan Prabowo Subianto disambut dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh Ketua FPI Makassar. Suasana menjadi lebih religius dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir. 

Prabowo Subianto tiba di lapangan karebosi sekitar puikul 15.23 Wita.  Ratusan ribu warga telah memadati Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan saat itu.  Antusiasme Masyarakat begitu tinggi sehingga mereka rela berpanas-panasan dan menunggu sekitas 1 Jam lebih kedatangan Calon Presiden 02.

Setibanya di Panggung Lapangan Karebosi, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu tiba di lokasi, shalawat badar bergemah yang dipimpin oleh ulama ternama Sulawesi Selatan yakni Habib Hamid Al Hamid.  Shalawat bergemah dan diikuti Ratusan Ribu simpatisan Prabowo-Sandi

“Marilah kita sambut calon presiden kita yang kita cintai, yang didukung oleh ulama dengan melantunkan shalawat badar,” ungkap Habib Hamid Al Hamid siang menjelang sore itu kepada ratusan ribu massa kampanye Akbar Capres Prabowo Subianto di lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3).

Selain itu, acara juga berjalan dengan pengamanan dari aparat setempat, mengingat jumlah massa yang cukup besar.

Selain Habib Hamid dan Uzt. Syaiful sebgai sekretaris, terlihat pula Pengurus Teras FPI Sulawesi selatan seperti Habib Muchsin ( Ketua DPD FPI Sulsel ), Uzt. Agussalim ( Sekretaris DPD FPI Sulsel, Habib Faisal ( Imam Daerah FPI Sulsel ), Uzt. Firdaus ( Wakil Ketua FPI ), Panglima Laskar FPI (Uzt Jimy Ilham) serta para Ketua DPC se Kota Makassar dan ribuan anggota Laskarnya.


Situasi FPI Sebelum 2020

Sebelum tahun 2020, Front Pembela Islam (FPI) masih aktif sebagai organisasi massa dengan struktur kepengurusan di berbagai daerah, termasuk Makassar. Organisasi ini kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan juga hadir dalam sejumlah agenda politik.

Peran FPI Makassar pada saat itu tercermin dalam keterlibatannya dalam penyambutan tokoh nasional tersebut di Lapangan Karebosi.

Setelah Pembubaran FPI Tahun 2020

Pada akhir tahun 2020, pemerintah Indonesia secara resmi membubarkan FPI dan melarang aktivitas organisasi tersebut. Keputusan ini membuat struktur organisasi FPI tidak lagi memiliki legalitas hukum di Indonesia.

Sejak saat itu, aktivitas yang sebelumnya dilakukan atas nama FPI tidak lagi berlangsung secara resmi. Namun, sebagian mantan anggota disebut masih aktif dalam kegiatan sosial secara individual atau melalui wadah lain di luar organisasi tersebut. Namun tak lama setalah itu, diawal tahun 2021 merek ayang bdikomndoi oleh Habib Riziek Sihab (HRS) mendeklarasikan organisasi baru dengan singkatan nama yang sama yakni From Persaudraan Islam (FPI) yang hingga kini masih aktif dan berjalan meski situasi dan anggotanya tidak sepadat dulu.

Beberapa informasi didapatkan bahwa oraganisasi ini tidak banyak eksis lagi di Kabupaten-kota seluruh Indonesia. Para pengurusnya tidak lagi aktif seperti saat masih memakai nama Front Pembela Islam. Ini situasi yang bisa saja terjadi disemua organisasi dimana eksistensi anggota bisa saja berubah oleh karena ketikstabilan pengambil kebijakan disetiup induk organisasi khususnya tingkat Propinsi cabang Indonesia.  

Dinamika Politik dan Sosial

Peristiwa penyambutan pada tahun 2019 ini menjadi salah satu catatan dinamika hubungan antara tokoh politik dan kelompok masyarakat di Indonesia. Kehadiran unsur religius seperti sholawat dalam acara politik menunjukkan kuatnya pengaruh budaya dan agama dalam ruang publik.

Red: ( MH-SR)


SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Software

Sedang memuat...