Jika pada Part One kita fokus pada pengukuran dasar jalur charging, maka di bagian ini kita masuk ke tahap diagnosa lanjutan yang biasa digunakan teknisi profesional untuk menemukan kerusakan yang tidak terlihat secara kasat mata.
1. Teknik Injeksi Tegangan (Voltage Injection)
Teknik ini digunakan ketika:
Jalur 19V short ke ground
Laptop mati total
Tidak ditemukan komponen rusak secara visual
Cara Melakukan: Gunakan power supply (PSU), bukan charger biasa
Set tegangan rendah: Mulai dari 1V – 3V
Batasi arus: 1A – 3A (maksimal)
Injeksi ke jalur: VIN (jalur 19V)
Atau jalur yang short
Tujuan: Mencari komponen yang panas
Cara Deteksi: Sentuh langsung (hati-hati panas), Gunakan alkohol (cepat menguap di titik panas), Lebih profesional: thermal camera. Komponen yang panas = kandidat short
2. Analisa Short Circuit pada Jalur 19V
Short di jalur utama adalah penyebab paling umum laptop mati total.
Ciri-ciri:
Saat diukur ke ground → hambatan sangat rendah (<10 Ohm)
PSU langsung drop / protek
Komponen yang Sering Jadi Penyebab:
MOSFET input short
Kapasitor keramik (MLCC)
IC Charger rusak
IC step-down (3V/5V regulator)
Tips: Lepas satu per satu kapasitor jika perlu. Fokus pada area dekat DC IN
3. Analisa Sinyal Enable (ON Signal)
Banyak kasus:Tegangan lengkap tapi laptop tetap tidak charging / tidak hidup
Biasanya masalah ada di sinyal kontrol, bukan power utama.
Sinyal Penting: ACOK → indikator adaptor terdeteksi. MSRC / ACDRV → kontrol MOSFET. EN / ENABLE → mengaktifkan regulator
Cara Cek: Gunakan multimeter / oscilloscope. Nilai normal:. HIGH → 3.3V. LOW → 0V
Jika tidak munculL
IC Charger tidak bekerja, Atau EC (Embedded Controller) bermasalah
4. Analisa Jalur Baterai Lebih Dalam
Jika laptop:
Bisa hidup dengan charger
Tapi baterai tidak mengisi
Berarti fokus ke jalur ini.
Yang Harus Dicek: Tegangan Chargin
Biasanya: 12V – 16.8V (tergantung baterai)
MOSFET Charging
Berfungsi membuka jalur ke baterai. Jika rusak → tidak ada arus masuk
Jalur SMBus (SDA & SCL)
Wajib untuk komunikasi baterai
Kasus Umum:
Baterai “detected” tapi 0%
Status: charging idle
Biasanya:
IC baterai internal rusak
Atau data SMBus gagal
5. Peran EC (Embedded Controller)EC adalah “otak kedua” selain IC Charger.
Fungsi:
Mengontrol charging
Membaca status baterai
Mengirim perintah enable
Gejala EC Bermasalah:
Semua tegangan normal, Tapi tidak ada respon charging
Solusi:
Flash ulang BIOS
Reprogram EC firmware
Ganti IC EC (level advanced)
6. Studi Kasus Nyata (Paling Dicari di Google)
Kasus 1: Laptop Mati TotalL Ditemukan short di jalur 19V
Setelah injeksi:
→ kapasitor panas
Solusi: ganti kapasitor
Kasus 2: Plugged In Not Charging
ACDET normal
REGN normal
SMBus tidak ada
Solusi: perbaiki jalur SDA/SCL
Kasus 3: Tidak Ada Tegangan Setelah MOSFET
Gate MOSFET = 0V
Solusi: IC Charger tidak mengaktifkan. Ganti IC
Kesimpulan Part Two
Jika Part One adalah dasar pengukuran, maka Part Two adalah:
Teknik menemukan kerusakan tersembunyi
Analisa sinyal kontrol
Metode profesional (injeksi tegangan)
Kombinasi keduanya = diagnosa 90% kasus berhasil
Penulis Tim. Misi Computer & Cellular
