Friday, April 17, 2026

Mitos Celana Dalam Terbalik untuk Tolak Bala, Masih Relevankah di 2026? Ini Penjelasan Ilmiah & Faktanya

HR.ID – Di era digital seperti tahun 2026, berbagai informasi dapat diakses dengan mudah. Namun menariknya, sejumlah kepercayaan lama masih bertahan di tengah masyarakat, salah satunya adalah mitos mengenakan celana dalam terbalik untuk menangkal guna-guna, sihir, hingga hipnotis.

Tradisi ini bukan hal baru. Dalam kajian Antropologi Budaya, praktik semacam ini dikategorikan sebagai bagian dari sistem kepercayaan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Biasanya, kepercayaan tersebut muncul sebagai cara manusia menghadapi ketidakpastian atau rasa takut terhadap hal yang tidak terlihat.

Amalan Penangkal dan Penyembuh Sihir (Guna-Guna, Santet)

Kenapa Mitos Ini Masih Dipercaya?

Meski zaman sudah modern, kepercayaan seperti ini tetap bertahan. Dari perspektif Psikologi, ada beberapa alasan utama:

  • Memberikan rasa aman secara instan
  • Membantu mengurangi kecemasan
  • Menjadi “pegangan” saat menghadapi situasi tidak pasti

Fenomena ini berkaitan erat dengan konsep Placebo Effect, yaitu kondisi ketika keyakinan seseorang terhadap suatu tindakan dapat memengaruhi perasaan atau persepsinya, meskipun tidak ada efek fisik yang nyata.

Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa efek plasebo dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang secara signifikan, termasuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi rasa takut.

Benarkah Bisa Menangkal Hipnotis?

Salah satu alasan mitos ini kembali populer adalah maraknya isu kejahatan hipnotis. Namun secara ilmiah, “hipnotis kejahatan” lebih tepat dijelaskan sebagai bentuk Manipulasi Psikologis.

Pelaku biasanya memanfaatkan:

  • Kelengahan korban
  • Teknik komunikasi persuasif
  • Tekanan sosial atau situasional

Studi dalam jurnal Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa sugesti dan kepatuhan sosial memainkan peran besar dalam fenomena ini, bukan kekuatan gaib seperti yang sering dipercaya.

Pandangan Ilmu Kedokteran dan Neurologi

Dalam bidang Kedokteran dan Neurologi, tidak ditemukan bukti bahwa pakaian atau benda pribadi dapat digunakan sebagai media untuk mencelakai seseorang dari jarak jauh.

Artinya, klaim bahwa celana dalam bisa menjadi “alat guna-guna” tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat dibuktikan.

Benarkah Memakai Celana Dalam Terbalik Dapat Terhindar Dari Guna-guna dan Hipnotis ?

Fenomena Sosial: Antara Tradisi dan Ketakutan

Dalam perspektif Sosiologi, mitos seperti ini tetap hidup karena:

  • Pengaruh lingkungan sosial
  • Cerita turun-temurun
  • Penguatan dari pengalaman pribadi atau orang lain

Penelitian dalam jurnal Journal of Ethnology and Folkloristics juga menunjukkan bahwa praktik simbolik seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai budaya lain di dunia.

Pandangan Agama

Dalam ajaran Islam, perlindungan diri dianjurkan melalui doa, dzikir, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Mengaitkan kekuatan pada benda tertentu tanpa dasar yang jelas perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak mengarah pada kemusyrikan.

Kesimpulan: Mitos atau Fakta?

Penggunaan celana dalam terbalik lebih tepat dipahami sebagai:

  • Fenomena budaya (warisan tradisi)
  • Efek psikologis (rasa aman karena sugesti)
  • Bukan metode ilmiah untuk perlindungan

Di tahun 2026, pendekatan yang lebih efektif untuk melindungi diri justru adalah:

  • Meningkatkan kewaspadaan
  • Memahami modus kejahatan
  • Menjaga kondisi mental dan kepercayaan diri

Pada akhirnya, rasa aman sejati bukan berasal dari benda atau ritual tertentu, melainkan dari kombinasi antara pengetahuan, kewaspadaan, dan keimanan.


SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi