2026-05-01

Doa dan Amalan Penangkal Santet dan Guna-Guna yang Ampuh Secara Islam

HR.ID – Sihir atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai guna-guna kerap dianggap sebagai bentuk kejahatan gaib yang bertujuan mencelakai orang lain. Kepercayaan ini telah lama hidup di tengah masyarakat dan masih diyakini oleh sebagian orang hingga saat ini.

Secara bahasa (etimologi), sihir diartikan sebagai sesuatu yang samar dan tersembunyi penyebabnya. Sementara secara istilah, sihir sering dikaitkan dengan praktik seperti mantra, jampi-jampi, penggunaan benda tertentu, hingga ritual yang dipercaya memiliki kekuatan khusus.

Baca Juga: 

Benarkah Memakai Celana Dalam Terbalik Dapat Terhindar Dari Guna-guna dan Hipnotis ?

Dalam kajian Antropologi Budaya, praktik ini dipahami sebagai bagian dari sistem kepercayaan tradisional yang berkembang di berbagai budaya di dunia, termasuk Indonesia.

Pandangan Kepercayaan dan Tradisi

Dalam kepercayaan tertentu, sihir dan guna-guna diyakini melibatkan bantuan makhluk gaib seperti jin atau setan. Praktik seperti santet, teluh, dan tenung sering disebut sebagai bentuk sihir dan guna guna yang bertujuan mencelakai korban, baik secara fisik maupun mental secara spritual.

Akan bagi warga masyarakat utamanya ummat muslim penting dipahami, keyakinan ini bersifat kultural dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Ciri-ciri yang Sering Dikaitkan dengan Guna-guna

Sebagian masyarakat meyakini bahwa seseorang yang terkena guna-guna akan mengalami gejala seperti:

  • Sulit tidur atau gelisah di malam hari
  • Tubuh terasa lemas tanpa sebab jelas
  • Sakit atau nyeri dibagian lambung dan menimbulkan kegelisahan psikis
  • Sakit kepala atau dada secara tiba-tiba
  • Emosi tidak stabil
  • Merasa sakit berkepanjangan tanpa diagnosis medis pasti

Namun dalam perspektif Kedokteran dan Psikologi, gejala-gejala tersebut umumnya dapat dijelaskan secara medis, seperti gangguan kecemasan, stres, kelelahan, atau penyakit tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Beberapa pendapat memang secara transparansi dunia medis dapa dikategorikan sebagai penyakit yang bisa dianalisa secara ilmian akan tetapi keti pengujian tersebut tersendat atau analisa yang tidak bisa dijelaskan secarea medis dan saat itu akan ada kesimpulan bahwa penyakit yang diderita adalah bukan medias lalu tentu akhirnya merujuk keduni spritual yang tidak nyata. 

Ada banyak kasus di negara kita ini diantara beberapa pasien medis merasa bosan bolak balik memeriksakan diri ke dokter oleh karena penyakit yang diderita tak sembuh - sembuh jua apalagi jika dokter sendiri terkadang tak tahu penyakit apa yang diderita sang pasien lalu ujungnya sang pasien disarankan mengkonsumsi obat anti depresan alias penenang selama berbulan bulan bahkan tahunan. 

Memang dalam realita dunia mistik, bengobatan alternatif  banyak diantara pasien merasa terbantukan dan merasa puas dengan langkah yang diambil apalagi ketika dia merujuk kearah itu lalu tak lama merasa sehat, penyakit tiba-tiba hilang dan sembuh total.  Dan itu akan menjadi bahan cerita kesekian banyak orang dengan kisanh nyata yang tersebar luas akan menimbulkan persepsi positif dimata masyarakat untuk meyakini kekuasaan sang pencipta bahwa ada kerja yang memamng tak bisa dikerjakan sendiri dengan dunia medis tapi perlu dikerjakan oleh dunia alternatif dengan doa penyembujan yang sulit difahami dengan logika.

Baca Juga: 

Apakah Smartphone Akan Punah? Cek Harga & 5 Kacamata AR Terbaik 2026!

Penjelasan Ilmiah: Faktor Psikologis Lebih Dominan

Dalam ilmu Psikologi, fenomena merasa “terkena sihir” sering berkaitan dengan sugesti, stres, atau ketakutan yang berlebihan.

Konsep seperti Placebo Effect dan nocebo effect menjelaskan bahwa keyakinan negatif dapat memicu munculnya gejala fisik nyata, meskipun tidak ada penyebab langsung secara biologis.

Selain itu, dalam banyak kasus, dugaan “hipnotis” atau pengaruh gaib dalam kejahatan lebih tepat dijelaskan sebagai Manipulasi Psikologis, yaitu teknik memengaruhi orang lain melalui komunikasi dan situasi tertentu.

Pandangan Agama

Dalam ajaran Islam, sihir dan semacamnya diakui sebagai perbuatan yang dilarang. Praktik tersebut dianggap sebagai bentuk kemaksiatan bahkan bisa mengarah pada kekufuran jika diyakini memiliki kekuatan selain dari Allah SWT.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang mendatangi dukun lalu mempercayai ucapannya, maka ia telah ingkar terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi praktik-praktik perdukunana tersebut dan lebih mengutamakan doa, dzikir, serta tawakal kepada Allah SWT sebagai bentuk perlindungan diri.

Ini amalan yang Mujarab Ketiaka Merasa Terkena Ilmu Gaib:


Amalan diatas sebaga langkah-langkah mencoba mengatasi jika anda merasa ada yang mengganjal dalam hati rtentang gejala yang dirasakan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain:

  • Membaca doa atau amalan sebanyak 3 kali dalam keadaan suci (berwudhu)
  • Air diletakkan dalam gelas atau botol bersih
  • Setelah membaca doa, air ditiup perlahan
  • Air tersebut kemudian diminum oleh orang yang membutuhkan

Jika belum dirasakan perubahan, amalan dapat diulangi, misalnya pada malam hari sebelum tidur.

Namun, penting dipahami bahwa praktik ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang bersifat kepercayaan, bukan metode pengobatan medis yang teruji secara ilmiah. Ini adalah bentuk doa kepada yang Maha Kuasa yang dibarengi dengan perbuatan.

Baca Juga: 

Doa dan Amalan Ampuh untuk Mengatasi Sakit Gigi dan Gusi Bengkak Secara Alami

Pendekatan Spiritual dan Medis Perlu Seimbang

Dalam ajaran Islam, usaha penyembuhan dapat dilakukan melalui doa, dzikir, serta praktik seperti ruqyah yang sesuai syariat. Metode ini dikenal dalam praktik Ruqyah Islami.

Meski demikian, dari sudut pandang Kedokteran dan Psikologi, seseorang yang mengalami gejala fisik maupun mental tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Menggabungkan ikhtiar spiritual dan medis secara seimbang merupakan langkah yang lebih bijak, agar tidak terjadi keterlambatan penanganan jika terdapat penyakit tertentu.

Peran Praktisi dan Terapi Mandiri

Dalam praktiknya, sebagian orang memilih melakukan terapi melalui bantuan ustaz atau kiai, sementara yang lain melakukan secara mandiri.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan praktik tidak bertentangan dengan ajaran agama
  • Hindari ketergantungan pada individu tertentu secara berlebihan
  • Tidak meninggalkan pengobatan medis bila diperlukan

Pada akhirnya, segala bentuk kesembuhan berasal dari Allah SWT. Ikhtiar yang dilakukan, baik secara spiritual maupun medis, merupakan bagian dari usaha manusia dalam mencari jalan terbaik.

Semoga apa yang disampaikan dalam artikel ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta membantu pembaca dalam menyikapi berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat dengan lebih bijak.


Penulis (Yayasan MISI Indonesia)
Lisensi Bimbingan Doa dab Zikir

SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Software

Sedang memuat...