2026-05-24

Siapa Ibu Elisa Hasan? Pemenang Lelang Syal UAS Rp125 Juta di Kotamobagu

Foto: Pemenang Lelang Syal UAS, 125 Juta

KOTAMOBAGU, HR.ID
– Meski sempat ditolak oleh beberapa ormas Sulawesi Utara, justru membuat antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh masyarakat Bolaang Mongondow Raya saat menyambut kedatangan dai kondang nasional, Ustadz Abdul Somad (UAS). 

Dalam salah satu agenda dakwahnya yang dipadati ribuan jemaah, kain syal pribadi yang dikenakan langsung oleh UAS berhasil dilelang dengan angka fantastis mencapai Rp125 juta. Lelang tersebut itu dimenangkan oleh seorang ibu pengusaha lokal, seorang pengusaha yang disebut sebut memiliki tambang di Tomohon.

Ketukan palu penutup langsung disambut gemuruh takbir dari seluruh jemaah yang memadati lokasi acara. Belakangan diketahui, sosok dermawan yang berhasil memenangkan lelang tersebut adalah Ibu Elisa Hasan.

Nama Ibu Elisa Hasan mendadak ramai diperbincangkan publik setelah aksi spontannya memenangkan lelang syal milik Ustadz Abdul Somad (UAS) senilai Rp125 juta di Ballroom Hotel Sutanraja Kotamobagu. Di balik kegigihannya dalam mengamankan atribut dakwah bernuansa Palestina tersebut, ia merupakan sosok yang dikenal sangat dekat dengan program kemasyarakatan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Ibu Elisa Hasan, yang merupakan seorang tokoh penggerak keagamaan lokal sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat. Melalui posisi ini, ia menjadi motor penggerak utama berbagai program kesejahteraan keluarga, posyandu, kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

Rasa terharu terlihat diwajah ibu Elisa saat diumumkan jika dirinya menjadi pemenang. Wanita yang berpakai muslim lengkap dengan hijab berwarna colat yang berdiri jauh dari depan panggung menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil meneteskan air mata pertanda rasa syukur yang dalam sesaat setelah dirinya diumumkan sebagai pemenang lelang.. Beberapa detik kemudian, ia pun berjalan menuju keatas panggung untuk menerima Syal tersebut yang diserahkan langsung oleh UAS.

Menurut informasi yang diterima saat berrlangsung pelelangan bahwa seluruh hasil dari lelang amal ini langsung diwakafkan secara utuh demi mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pondok Pesantren Ribat Al-Jindania, yang terletak di Desa Bungko, Kota Kotamobagu. Pondok pesantren ini diasuh dan dipimpin langsung oleh ulama setempat, Habib Abdurrahman bin Jindan. 

Pimpinan Pondok Pesantren Ribat Al-Jindania, Habib Abdurrahman bin Jindan, menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh UAS serta pemenang lelang. Menurutnya, dana ini menjadi berkah besar bagi keberlangsungan pendidikan para santri di Kotamobagu.

"Kami atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Ribat Al-Jindania Bungko mengucapkan syukran katsiran, terima kasih yang tak terhingga kepada Guru Mulia Ustadz Abdul Somad dan para muhsinin (donatur). Angka Rp125 juta ini bukan sekadar nominal, melainkan bentuk nyata gotong royong umat dalam membangun benteng moral generasi muda. Dana ini akan langsung kami alokasikan untuk percepatan pembangunan fasilitas asrama dan ruang kelas agar para santri bisa belajar dengan lebih layak," ujar Habib Abdurrahman bin Jindan saat ditemui seusai acara.

Berjalan Spontan dan Kompetitif

Proses pelelangan atribut dakwah ini berlangsung secara spontan di atas panggung utama. Sesi penawaran harga berjalan sangat dinamis dan kompetitif saat beberapa pengusaha lokal serta jemaah yang hadir saling memberikan penawaran terbaik mereka untuk membawa pulang syal tersebut.

Ketukan palu terakhir mengunci angka di Rp125 juta, yang langsung disambut gemuruh takbir dari ribuan jemaah yang memadati lokasi. UAS kemudian melepaskan syal yang melingkar di pundaknya dan menyerahkannya secara simbolis kepada pemenang lelang.

Aksi Elisa Hasan mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk syal UAS didasari oleh kepeduliannya yang tinggi terhadap masa depan generasi muda Islam. Sebagai seorang ibu dan tokoh masyarakat, ia melihat pembangunan Pondok Pesantren Ribat Al-Jindania Bungko adalah proyek umat yang wajib didukung demi melahirkan generasi santri pencinta Al-Qur'an di Kotamobagu.

Transparansi Penyaluran Dana

Di sisi lain, pihak panitia pelaksana memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan penyerahan dana hasil lelang ini berjalan dengan transparan dan akuntabel. Panitia berkomitmen mengawal amanah tersebut agar langsung tersalurkan ke rekening pembangunan pesantren.

"Alhamdulillah, lelang syal dakwah UAS berjalan lancar dan penuh keberkahan. Panitia memastikan dana sebesar Rp125 juta ini utuh, tanpa potongan sepeser pun, dan langsung kami serahkan malam ini juga kepada pengurus Pesantren Ribat Al-Jindania. Kami berharap aksi ini memicu semangat masyarakat Kotamobagu untuk terus mendukung dakwah dan lembaga pendidikan Islam di daerah kita," tegas perwakilan Panitia Pelaksana Tablig Akbar.

Komitmen Dakwah dan Wakaf UAS

Aksi melelang barang-barang pribadi yang melekat pada tubuhnya merupakan metode yang kerap digunakan oleh UAS untuk memancing semangat bersedekah (fastabiqul khairat) di setiap daerah yang dikunjunginya.Pihak panitia penyelenggara dan perwakilan pengurus Pondok Pesantren Ribat Al-Jindania Bungko menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya atas kebaikan hati UAS beserta para donatur. Dana tersebut dipastikan akan langsung dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas, asrama santri, maupun infrastruktur penunjang pendidikan agama lainnya di Kotamobagu agar dapat segera digunakan oleh para santri.

Red: (Irna-SR)


SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Software

Sedang memuat...