![]() |
| Update 2024 |
HR.ID - Sejumlah penelitian modern menunjukkan bahwa aktivitas berciuman dapat memberikan efek psikologis positif terhadap tubuh manusia. Saat seseorang berciuman dengan pasangan yang disayangi, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin, dopamin, dan endorfin yang berkaitan dengan rasa nyaman, bahagia, dan relaksasi.
Selain itu, kadar hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres juga dapat mengalami penurunan. Karena itulah banyak ahli psikologi menyebut interaksi fisik yang positif dengan pasangan dapat membantu menjaga kesehatan mental dan emosional seseorang.
Para peneliti percaya bahwa ciuman memberi lebih banyak manfaat daripada sekadar kesenangan romantis. Di samping semakin mendekatkan hubungan satu sama lain dan memperkuat ikatan cinta, ternyata ciuman bibir juga memiliki beberapa manfaat lain bagi kesehatan tubuh.
Bahkan menurut beberapa ahli, mencium orang yang disayangi bukan hanya bikin hubungan jadi semakin erat. Aktivitas itu juga disebut-sebut bisa bikin umur seseorang menjadi panjang karena mampu mengurangi tekanan darah, alergi dan meningkatkan sistem imun.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkait hubungan interpersonal menyebutkan bahwa pasangan yang memiliki kedekatan emosional dan afeksi fisik cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibanding mereka yang minim interaksi emosional.
Mulai saat ini, jadikan ciuman yang bergairah dan menggebu-gebu sebagai rutinitas harian Anda dengan pasangan, terlebih saat anda telah melakukan aktifitas ditempat kerja yang sudah barang tentu banyak diantara anda mengalami rasa stres yang cukup tinggi.
Berciuman dapat membuat rileks Para ilmuwan menemukan bahwa hormon oxytocin meningkat saat berciuman, hormon tersebut membuat perasaan dan tubuh menjadi lebih rileks, sehingga secara otomatis endorphins juga meningkat dan muncul perasaan bahagia. Di saat ini Anda akan merasa jauh lebih rileks dan tingkat stress dapat ditekan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90 persen dari lima pasangan tersebut tidak lagi berada dalam kondisi tekanan darah tinggi, dan tidak berada dalam keadaan stres.
Dikutip dari Men's Health, para peneliti Universitas Oxford secara acak mengambil 52 pasangan untuk secara romantis mencium pasangan mereka lebih dari biasanya atau melanjutkan hari-hari seperti pada umumnya. Kemudian, mereka diminta untuk memberikan contoh darah dan mengisi kuesioner secara acak.
Studi tersebut menemukan bahwa orang yang berciuman lebih dari biasanya, secara signifikan memiliki tingkat stres dan tertekan yang berkurang dibanding mereka yang tidak melakukan ciuman bersama pasangannya. Hal ini dikarenakan menurunnya kadar hormon stres kortisol.
Menghilangkan stres, Berciuman secara alami membuat kita merasa santai. Penelitian telah membuktikan bahwa ciuman meningkatkan kadar bahan kimia alami dalam tubuh seperti oksitosin, zat penenang alami, dan endorfin, bahan kimia yang membuat kita merasa bahagia. Tak hanya itu, ciuman juga dapat menurunkan kortisol yang terkait dengan stres.
Sebagai Alat Diet Untuk menurunkan berat badan
Untuk menurunkan berat badan, diperlukan upaya berdiet yang diimbangi dengan olahraga. Satu lagi, jangan lupa rajin-rajin ciuman dengan pasangan! Dengan berciuman ternyata dapat membakar kalori. Suatu studi menyebutkan bahwa ciuman sederhana membakar 2 hingga 3 kalori, sedangkan ciuman penuh gairah bisa membakar 5 hingga 26 kalori per menit.
Jika Berciuman dilakukan selama 30 menit, itu artinya Anda bisa membakar hingga 150 kalori. Bandingkan dengan berjalan cepat yang hanya membakar 140 kalori per menit.
Namun ini bukan berarti aktivitas olahraga dihilsangkan dengan berciuman saja sepanjang hari akan tetapi ini hanyualah salah satu cara yang menyenangkan sambil mempercepat penurunan berat badan?
Saaat kita berciuman, kita menggunakan lebih dari 30 otot wajah yang menjaga pipi kita tetap kencang. Manfaatnya mirip seperti refksi pada wajah. Saat otot-otot di wajah bekerja, maka sirkulasi darah di wajah juga ikut meningkat. Hal ini akan memicu produksi kolagen di jaringan kulit yang merupakan pencegah alami untuk melawan keriput.
Ketika rutin berciuman manfaatnya hampir setara dengan berkunjung ke salon kecantikan untuk melakukan perawatan filler atau penghilang kerut lainnya. Meski mungkin tidak akan membuat Anda secara drastis terlihat lebih muda, tapi itu akan memastikan anda terlihat lebih bahagia.
Gigi Lebih sehat / Mencegah Gigi Berlubang
Berciuman baik untuk gigi kita karena meningkatkan produksi air liur dan secara alami membersihkan gigi dari bakteri. Hal ini akan mencegah terciptanya kondisi asam di permukaan gigi.
Beberapa dokter gigi bahkan berpikir bahwa air liur dapat membantu memperbaiki kerusakan kecil pada email. Aaat kita berciuman bibir itu membuat produktifitas air liur kita meningkat, manfaat air liur yang baru diproduksi itu apa? kata pakar gigi sih ya berfungsi untuk menyapu bakteri jahat dimulut kita, termasuk bakter yang menyebabkan gigi berlubang dan yang lebih hebat lagi dapat menyapu plak yang ada di gigi kita
Dapat Menyembuhkan Alergi
Berciuman itu dapat mengurangi antibodi lgE dalam darah yang bertanggung jawab dalam pelepasan histamin. Histamin itu yang menyebabkan gejala alergi seperti bersin dan mata berair, jadi saat berciuman melepas histamin dalam darah.
Menyehatkan Jantung
Ciuman itu membuat tekanan & kolesterol tingkat darah rendah. Sebuah studi dari hidup serumah dan pasangan menunjukkan frekuensi peningkatan ciuman menurunkan stres, meningkatkan kepuasan hubungan, dan penurunan kadar kolesterol. Stres merupakan faktor risiko terkenal untuk penyakit jantung. Oleh karena ciuman membuat jantung jantung sehat dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dan menstabilkan sistem kardiovaskular.
Meredakan Nyeri
Saat beriuman itu bisa menghasilkan zat kimia endorfin dalam tubuh yang memiliki efek lebih kuat dari pada zat morfin (sejenis narkoba) yang bisa menghilangkan rasa sakit tanpa ada efek samping. Termasuk menghilangkan rasa sakit Gigi, sakit kepala, sakit Pinggang, nyeri otot dll.
Mengusir emosi negatif / Lebih Merasa Bahagia
Berciuman bibir dapat menghadirkan sensasi fisik yang bisa mendorong otak Anda meningkatkan dopamin, yaitu sebuah neurotransmitter yang berhubungan dengan kesenangan. Pada saat yang sama, bagian otak lainnya mematikan emosi negatif.Ketika dua bibir bertemu juga memungkinkan untuk mendorong kelenjar pituitari Anda dan pasangan untuk melepaskan oksitosin sehingga Anda berdua membentuk ikatan emosional. Selepas berciuman, tubuh kita juga melepaskan hormon endorfin, sebuah hormon yang sama-sama membuat kita bahagia.
Manfaat untuk kesehatan mental tak perlu dipertanyaan lagi. Ciuman jenis apapun bisa mengurangi rasa tegang dan membuat akan jadi lebih bahagia. Pasangan yang sering berciuman, lebih mungkin memiliki hubungan yang panjang dan lebih memuaskan.
Panjang Umur
Pasangan yang berciuman secara teratur disebutkan memiliki hidup lima tahun lebih lama daripada yang jarang atau tak pernah melakukannya. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon baik dalam darah sehingga membuat moms jadi lebih sehat dan panjang umur.
Berciuman mesra selama 90 menit dapat
meningkatkan tekanan darah dan detak jantung sehingga dapat meningkatkan
kadar hormone dalam darah dan memperpanjang umur selama 1 menit.
Terhindar dari demam
Manfaat berciuman ternyata juga bisa mengurangi peluang seseorang terserang demam. Menurut Times of India, risiko demam bisa diturunkan apabila manusia melakukan sesi berciuman selama 30 menit.
Risiko demam berkurang karena berciuman mengurangi pertumbuhan antibodi imunoglobulin E dalam darah. Sebaliknya, jika antibodi tersebut meningkat, tubuh Anda siap-siap akan terserang gejala demam seperti mata berair atau bersin.
Nah, Siapa sih yang gak suka ciuman bibir? Buat anda yang ingin ciuman bibir, anda wajib memiliki hubungan yang sah untuk melakukan itu. Sebab, ada beberapa mitos dan fakta yang bertebaran seputar ciuman bibir.
Meski demikian, manfaat berciuman tentu bukan pengganti pengobatan medis ataupun terapi psikologis profesional. Aktivitas ini lebih tepat disebut sebagai salah satu bentuk dukungan emosional alami yang dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan tenang.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan mulut dan kesehatan pasangan tetap penting untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Risiko penularan penyakit melalui ciuman umumnya jauh lebih kecil dibanding melalui kontak darah atau hubungan seksual, namun tetap perlu diwaspadai apabila salah satu pasangan sedang mengalami infeksi tertentu.
Fenomena Secara logika ketika bibir kita bersentuhan dengan pasangan kita, secara tidak langsung air mulut kita ( air liur atau ludah) bercampur dengan pasangan yang kita ciumi, saat itulah potensi jutaan bakteri bergabung dalam satu mulut. Nah sekarang bagaiman jika anda melakuakannya bukan dengan pasangan yang sah memiliki penyakit menular yang berbahaya seperti HIV, Tipes dan Flue, air mulutnya masuk kemulut anda. perlu anda ketahui jika penyebaran penyakit atau virus manusia dapat mudah menular melalui cairan manusia (darah, dan air liur). Pada saat seperti demikian tentu Bahaya Ciuman Bibir akan menghantui anda pula.
Artikel ini telah diperbarui pada, 15 Mei 2026
Penulis: Andi Ms Hersandy
Pemimpin Redaksi Tabloid Harapan Rakyat


0 Please Share a Your Opinion.:
Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami