2026-05-07

Katanya Swasembada Pangan, tapi Harga Pangan Melonjak: Cabai Rawit Tembus Angka Fantastis!

Jakarta, HR.ID - Slogan swasembada pangan yang sering digelorakan pemerintah kini tengah diuji oleh
kenyataan pahit di pasar-pasar tradisional. Alih-alih harga stabil, sejumlah komoditas pangan utama justru mengalami lonjakan harga yang cukup ekstrem. Puncaknya, harga cabai rawit merah kini menembus angka fantastis yang membuat ibu rumah tangga dan pedagang kecil menjerit.

Tak pelak lagi ketika ada seorang Aktifis menyanggah pernyataan pemerintah tentang Swasembada Pangan telah tercapai saat ini justru dia dilaporkan ke pihak Kepolisian dengan alasan membuat gaduh sehingga petani merasa resah.

Janji Swasembada vs Realita Pasar

Pemerintah dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada pangan nasional dalam waktu singkat. Namun, data di lapangan per Mei 2026 menunjukkan tren yang berlawanan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar induk, harga cabai rawit merah telah merangkak naik secara signifikan melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
"Katanya swasembada, tapi kok beli cabai sepuluh ribu cuma dapat segenggam kecil. Harga pangan makin tak terkendali," keluh Maryam, salah satu pembeli di pasar tradisional, Kamis (7/5/2026).

Cabai Rawit Tembus Angka Fantastis

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional hari ini, harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah menyentuh kisaran Rp65.000 hingga Rp85.000 per kilogram di beberapa daerah. Di daerah luar Jawa, harganya bahkan dilaporkan menembus angka Rp100.000 per kg.

Kenaikan ini disinyalir terjadi akibat kombinasi faktor cuaca ekstrem yang mengganggu masa panen serta rantai distribusi yang masih panjang. Namun, publik mempertanyakan efektivitas program swasembada jika stok di pasar tetap langka dan mahal.

Komoditas Lain Ikut Terkerek

Bukan hanya cabai, beberapa komoditas lain juga terpantau mengalami kenaikan harga:

Bawang Merah: Naik ke kisaran Rp45.000 - Rp50.000 per kg.
Daging Ayam: Masih bertahan di level tinggi Rp38.000 per kg.
Minyak Goreng: Mengalami kenaikan tipis namun konsisten dalam sepekan terakhir.
Langkah Pemerintah Dinanti

Masyarakat kini menanti langkah nyata dari kementerian terkait untuk menekan harga pangan melalui operasi pasar atau penguatan stok pangan nasional. Jika isu ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan inflasi pangan akan terus menekan daya beli masyarakat di tengah upaya pemulihan ekonomi.

Informasi & Data Lengkap Harga Pangan:

Untuk Anda yang membutuhkan rincian daftar harga pangan terbaru di seluruh provinsi Indonesia per Mei 2026 sebagai bahan referensi atau riset, silakan unduh dokumen resminya melalui link di bawah ini: 

Data per 6-7 Mei 2026 menunjukkan kenaikan harga pangan signifikan, dengan cabai rawitmerah mencapai Rp54.700 - Rp100.000 per kg dan bawang merah mencapai Rp49.842 per kg. Informasi harga resmi dapat dipantau melalui sumber Badan Pangan Nasional dan PIHPS Bank Indonesia. Untuk data detail selengkapnya, kunjungi 
                                                                              DOWNLOAD


Red: (A.MsH)

SHARE THIS

Author:

MARI MEMBANGUN KEBERSAMAAN, BERSAMA KITA BERJUANG

0 Please Share a Your Opinion.:

Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami

Hukum

Kesehatan

»

Serba Serbi

Software

Sedang memuat...