Makassar, HR.Id - Bentrok Mahasiswa UNM Makassar: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya bagi Dunia Kampus
Bentrok yang melibatkan mahasiswa
Universitas Negeri Makassar (UNM) sempat menjadi perhatian publik. Peristiwa
ini tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga memunculkan pertanyaan
mengenai penyebab konflik serta dampaknya terhadap lingkungan akademik.
Kronologi Bentrok
Mahasiswa UNM
Insiden bentrokan terjadi ketika
sekelompok mahasiswa terlibat konflik yang kemudian berkembang menjadi aksi
saling serang. Situasi yang awalnya dapat dikendalikan berubah menjadi ricuh,
sehingga memicu kepanikan di area kampus.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah
fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan, dan aktivitas perkuliahan sempat
terganggu. Aparat keamanan kemudian turun tangan untuk meredam situasi dan
mencegah konflik meluas.
Diberitan
Kejadian ini dipicu saat aksi Mahasiswa UNM melakukan blokade jalan A. Pangeran Petta Rani depan kampus UNM, dan beberapa saat berselang sejumlah pria diduga kelompok warga memprotes hingga terjadi aksi saling lempar. Mahasiswa pendemo berlarian masuk ke kampus UNM melakukan lemparan ke arah kelompok tersebut ke arah Jl Pendidikan. Selain lemparan batu terlihat pula ada petasan lalu terjadi saling balas antara Dua kelompok itu.
Saat terjadinya saling serang, Polisi dari satuan sabhara dan Jatanras Polres Tabes Makassar yang berjaga diantara pertigaan Jl Pendidikan–Jl AP Pettarani menjadi sibuk melerai aksi saling lempar agar tidak sampai meluas.
Selain itu, Dir Intel Polda Sulsel, Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga juga turut hadir menenangkan kedua kelompok, bahkan ia terdekar meminta tameng pelindung ke Polisi lainnya. Ia melambaikan tangan diantara kedua kelompok sebagai Isyarat agar menghentikan salaing lempar tersebut.
“Sudah, sudah, mundur,” teriaknya
Saat situasi mulai tenang, ditemui oleh para awak media, Kombes Pol Hajat mengaku jikan kehadiran polisi di lokasi pertikaian guna menjaga situasi agar tetap tetap kondusif dan tidak meluas, aktivitas masyarakat tidak terganggu dan pengguna jalan tetap lancer.
“Pada prinsipnya paradigma sekarang itu, kami bersifat melayani. Melayani aksi kegiatan masyarakat,” kJelas Hajat.
Menurut Hajat, yang terjadi pada situasi ini, sudah di luar ketentuan Undang-Undang No 9 tentang penyampaian pendapat di muka umum dimana waktu penyampaian aspirasi ditempat umum sesuai UU No 9/1998, dilaksanakan di tempat terbuka antara pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 sore.
Tak ada korban dalam aksi saling lempar antara kedua kelompok tersebut.
Menurut informasi yang kami dapatkan, kejadian ini bermula saat yang awalnya hanya puluhan Mahasiswa dari UNM jurusan Sosilogi yang memakai pakaian serba hitam melakukan aksi demo menutup ruas jalan A. Pangeran Petta Rani sekitar pukul 19.30. Wita.
Saat massa Masiswa yang tidak memakai jas almamater semakin bertambah jumlahnya, beberapa saat kemudian kendaraan yang melintas semakin padat, saat itulah sejumlah orang dari arah Jl. Pendidikan menyerang Mahasiswa dengan lemparan batu.
Pihak rektorat membenarkan adanya aksi demo, Demo sekaitan HAM katanya. Pihak Kampus cepat tanggap dan melaporkan kejadian itu, dan beruntung, bentrok tersebut tidak berlangsung lama setelah polisi tiba di lokasi dan bisa menenangkan kedua bela pihak. Polisi langsung membubarkan mahasiswa pendemo dan warga.
Apa Penyebab
Bentrokan ?
Bentrok antar mahasiswa umumnya tidak
terjadi tanpa sebab. Beberapa faktor yang sering menjadi pemicu antara lain:
Kesalahpahaman
antar kelompok
Konflik kecil yang tidak diselesaikan
dapat berkembang menjadi bentrokan besar.
Solidaritas
kelompok yang berlebihan
Rasa kebersamaan yang kuat terkadang
berubah menjadi sikap defensif terhadap kelompok lain.
Kurangnya
komunikasi dan mediasi
Tanpa adanya dialog, konflik cenderung
diselesaikan secara emosional.
Lingkungan yang
memicu konflik
Situasi kampus yang kurang kondusif juga dapat memperbesar potensi bentrokan.
Dampak Bentrokan bagi Mahasiswa dan Kampus
Peristiwa seperti ini membawa dampak
yang cukup serius, antara lain:
1. Gangguan aktivitas akademik
Proses belajar mengajar terganggu,
bahkan bisa dihentikan sementara.
2. Kerusakan fasilitas kampus
Bentrok sering menyebabkan kerusakan
gedung, kendaraan, dan sarana lainnya.
3. Citra kampus menurun
Nama baik institusi pendidikan bisa
terdampak di mata masyarakat.
4. Trauma dan rasa tidak aman
Mahasiswa lain yang tidak terlibat
bisa merasa takut dan tidak nyaman.
Mengapa Bentrok
Mahasiswa Masih Terjadi ?
Fenomena bentrok mahasiswa bukan hal
baru di Indonesia. Selain faktor individu, ada juga faktor sosial yang
memengaruhi, seperti:
* budaya senioritas
* rivalitas antar kelompok
* kurangnya edukasi manajemen konflik
Tanpa penanganan yang tepat, potensi
bentrokan bisa terus berulang.
Upaya Pencegahan
ke Depan
Untuk mencegah kejadian serupa,
diperlukan langkah-langkah seperti:
* meningkatkan komunikasi antar
mahasiswa
* memperkuat peran pihak kampus
sebagai mediator
* memberikan edukasi tentang
penyelesaian konflik
* menciptakan lingkungan kampus yang
lebih kondusif
Bentrok mahasiswa UNM Makassar menjadi pengingat bahwa konflik di lingkungan kampus perlu ditangani secara serius. Tidak hanya menyangkut individu yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap dunia pendidikan.
Dengan memahami penyebab dan
dampaknya, diharapkan semua pihak dapat berperan dalam menciptakan suasana
kampus yang aman, kondusif, dan mendukung proses belajar.
Red: (A. Ms H)
Red: (A.Ms H)



0 Please Share a Your Opinion.:
Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami