Jakarta, HR.ID - Sidang lanjutan di Pengadilan Negeri
(PN) Surakarta yang menggelar sidang perkara nomor 211/Pdt.G/2025/PN Skt
terkait gugatan Citizen Lawsuit (CLS) ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo
(Jokowi), Selasa (13/1/2026).
Dua saksi fakta
yang dihadirkan penggugat Komjend Pol (purn) Oegrosen yang mengaku jika Foto
yang ada di Ijasah Jokowi yang diposting oleh kader PSI taka da kemiripan sama
sekali dengan Jokow. Sementara satu lagi bernama Rujito yang jadi saksi sebelum
Oegrosen bersaksi, datang dengan membawa ijazah asli almarhum kakaknya, Bambang
Budy Harto, yang merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985. Dimana Jokowi
disebut juga sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun yang sama.
Rujito
mengatakan almarhum kakaknya masuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1979, dan lulus
tahun 1985 dengan IPK 2,78. Kakaknya meninggal dunia pada 2014 silam.
Rujito
mengaku membandingkan ijazah kakaknya dengan ijazah Jokowi yang sempat viral
karena diunggah ke media sosial oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia
(PSI) Dian Sandi. PSI saat ini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep,
sebagai ketua umum.
"Waktu
itu saya lihat di media ribut soal ijazah yang diduga palsu dari mantan
presiden Jokowi, saya lihat di media. Ada postingan dari salah satu kader PSI,
Dian Sandi, yang memosting ini ijazah asli," kata Rujito.
"Dari
situ saya tergerak, saya ingat, apakah almarhum sebagai mahasiswa lulus. Saya
mulai bongkar-bongkar arsip, ketemu ijazah ini. Ijazah ini menurut saya asli,
karena beliau itu sekolah dan kutu buku, karena tinggal satu rumah sama saya,"
sambungnya di hadapan hakim.
Rujito merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), dan menjadi satu-satunya ahli waris kakaknya. Dia meyakini ijazah kakaknya asli. Dalam persidangan itu, dia sempat menunjukkan keaslian ijazah kakaknya dari jenjang SD hingga pendidikan tinggi, termasuk yang dari Fakultas Kehutanan UGM yang dibawanya ke persidangan.
"(Ijazah
UGM) Ini kalau disenter, keluar huruf hologramnya. Sebagai salah satu indikasi
ini asli, ada hologram di ijazah ini," ucapnya.
Dia juga
diminta untuk membandingkan ijazah kakaknya, dengan unggahan Dian Sandi.
Menurutnya, ada beberapa perbedaan pada warna, meski tahun keterangan lulusnya
sama.
"Tahun
lulusnya sama, tahun 1985. Warnanya (meterai) Pak (beda)," ujarnya.
Selain itu,
perbedaan juga ia lihat pada lintasan cap pada foto ijazah. Di foto kakaknya
terdapat lintasan cap, sementara di postingan foto ijazah Jokowi tidak ada
lintasan cap.
"Kalau
di sini saya tidak melihat lintasan cap melintasi foto Pak Jokowi," ujar
Rujito.
"Terlihat
jelas, untuk foto almarhum kakak saya (di ijazah) (Lintasan cap) Jelas pak,
terlintas ada lintasan merahnya," kata dia.
Selain itu, Rujito
menyampaikan harapannya agar KPU agar ke depan melakukan verifikasi dokumen
persyaratan calon secara tuntas dan mendalam, tidak hanya berfungsi sebagai
penyelenggara Pemilihan Presiden (Pilpres). KPU harus jeli dan teliti. Calon
presiden dan juga calon kepala daerah perlu dipaparkan di media cetak atau
media online, media Elektronik agar masyarakat bisa melakukasn penilaian
sebelum terjadi masalah seperti yang saat ini terjadi tentang dugaan Ijasah
Palsdu milik Jokowi.
Red: Ktf ST


0 Please Share a Your Opinion.:
Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami