![]() |
| Suasan Banjir |
Kondisi itu dimanfaatkan para ibu-ibu untuk mandi bersama anak dan mencuci motor dibadan jalan yang tergenang banjir, dikawasan Panga Pucok, dalam Amatan Buana.News, melihat kondisi sebuah kegembiraan bagi anak-anak yang suka berenang di badan jalan itu.
Sementara itu seorang ibu yang lagi memandikan Anak nya
dilokasi banjir (Maini), Kepada Awak Media mengatakan, Perihal itu sudah lazim
terjadi disetiap musim hujan lebat, ditempat itu digenangi banjir sedalam lutut
orang dewasa.
"Kejadian ini sudah lazim dikita terjadi, namun solusi dari pemerintah sudah sering dilakukan usulan oleh pihak pemerintah desa, tapi yaa gini - gini aja," tutur Wanita hebat itu.
Dalam bincang-bincang nya, dya sangat berharap Pemerintah
punya Evaluasi kedalam masyarakat jangan setiap tahun uang Negara Hilang dan
Silva, Menurut nya masih banyak yang harus dipeduli dalam kehidupan masyarakat.
"Pemerintah setiap tahun dapat temuan BPK uang raip, setiap tahun uang kembali ke KAS Negara Apa Aceh Jaya ini tidak ada yang harus dikembangkan," Celetuknya dengan awak media.
Tanpa sengaja dalam candanya para ibu-ibu dalam situasi
banjir itu mengajak awak media berenang digenangan mengasyikkan itu.
"Ayoo Om Berenang dengan Anak-anak kami," Canda
Penutup Pembicaraannya.dengan Harapan Rakyat.
Untuk diketahui, banjir yang kerap merendam berbagai gampong (desa) di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya umumnya dikategorikan sebagai banjir luapan. Masalah ini tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi antara faktor alam dan kondisi infrastruktur lingkungan.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya dan BPBA, berikut adalah penyebab utama mengapa banjir sering meluas ke sudut-sudut gampong di Aceh Jaya:
1. Tingginya Intensitas Curah Hujan
Aceh Jaya merupakan salah satu wilayah di pesisir barat Aceh yang memiliki topografi berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Ketika musim peralihan atau puncak musim hujan tiba, wilayah ini sering diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat tinggi (ekstrem) selama berhari-hari.
2. Luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Utama
Kabupaten Aceh Jaya dilewati oleh beberapa sungai (Krueng) besar. Ketika hujan deras melanda kawasan hulu (pegunungan), sungai-sungai ini tidak mampu menampung debit air yang melonjak drastis, sehingga meluap ke pemukiman warga. Beberapa DAS yang sering meluap antara lain:
Krueng Ligan (Sering merendam gampong di Kecamatan Sampoiniet dan Darul Hikmah).
Krueng Sabee (Merendam area Kecamatan Krueng Sabee).
Krueng Teunom (Memicu banjir luapan parah di Kecamatan Teunom dan Pasie Raya).
3. Buruknya Sistem Drainase dan Saluran yang Tersumbat
Di kawasan pemukiman yang lebih padat seperti di Lamno (Kecamatan Jaya), banjir sering diperparah oleh sistem drainase atau parit yang tersumbat oleh sampah, sedimentasi (pendangkalan), maupun penyempitan saluran. Akibatnya, air hujan lokal tidak dapat mengalir dengan lancar ke pembuangan akhir dan langsung menggenangi jalan serta pekarangan rumah warga.
4. Topografi Wilayah Dataran Rendah
Banyak gampong di Aceh Jaya yang berada di kawasan dataran rendah serta dekat dengan daerah pesisir atau bantaran sungai. Karakteristik geografis ini membuat gampong-gampong tersebut menjadi "mangkuk" penampung air kiriman dari wilayah hulu pegunungan.
5. Pasang Air Laut (Rob)
Pada waktu-waktu tertentu, tingginya debit air sungai dari hulu bertemu dengan pasang naik air laut di muara. Fenomena ini menyebabkan air sungai "tertahan" dan tidak bisa langsung terbuang ke laut, sehingga berbalik arah dan meluap lebih cepat ke gampong-gampong di sekitar pesisir.
Wilayah Langganan Terdampak:
Kecamatan yang paling rahasia dan sering mengalami dampak banjir meluas meliputi Kecamatan Pasie Raya, Teunom, Panga, Darul Hikmah, Sampoiniet, Setia Bakti, Krueng Sabee, dan Jaya (Lamno).
Red: ( MJ).


0 Please Share a Your Opinion.:
Diharap Memberi Komentar Yang Sopan & Santun
Terimakasih Atas Partisipasi Mengunjungi Web Kami